FOTO: Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin saat meninjau kesiapan layanan kesehatan dalam mengantisipasi dampak kabut asap akibat karhutla di Kota Palangka Raya.
hariankalimantan.com – Palangka Raya – Ancaman gangguan kesehatan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Palangka Raya memperkuat kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi apabila kualitas udara kembali memburuk dan berdampak terhadap masyarakat.
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, kondisi kesehatan warga menjadi salah satu fokus pemerintah daerah di tengah situasi karhutla. Menurutnya, fasilitas kesehatan harus berada dalam kondisi siap sehingga warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap bisa segera mendapatkan pertolongan.
“Kita ingin memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan dengan baik dan masyarakat yang mengalami keluhan akibat paparan asap dapat segera memperoleh penanganan,” kata Fairid, Rabu (26/8/2026).
Ia menilai kesiapan tenaga maupun fasilitas kesehatan perlu berjalan beriringan dengan kewaspadaan masyarakat. Paparan udara yang tercemar asap dapat meningkatkan risiko munculnya gangguan pada saluran pernapasan, sehingga keluhan kesehatan yang dirasakan warga sebaiknya tidak dibiarkan.
Untuk memperluas akses pelayanan, Pemkot Palangka Raya tidak hanya mengandalkan puskesmas. Puskesmas pembantu (pustu) yang berada di tingkat kelurahan juga dioptimalkan agar masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan dan pertolongan medis dengan lebih mudah.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Riduan menambahkan, jajarannya telah menyiapkan sejumlah langkah menghadapi kemungkinan meningkatnya kasus gangguan kesehatan selama kabut asap.
“Dinas Kesehatan terus memastikan fasilitas pelayanan kesehatan siap memberikan penanganan kepada masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi udara,” ujar Riduan.
Salah satu bentuk kesiapan tersebut adalah penyediaan ruang oksigen pada 11 puskesmas yang tersebar di Kota Palangka Raya. Fasilitas ini dipersiapkan untuk mendukung penanganan awal bagi warga yang mengalami keluhan pernapasan ketika kualitas udara mengalami penurunan.
Di tingkat kelurahan, Dinkes juga mengoptimalkan keberadaan pustu yang saat ini tersebar di 30 kelurahan. Dengan penguatan layanan tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih cepat mengakses pemeriksaan kesehatan tanpa perlu mendatangi fasilitas kesehatan yang lokasinya lebih jauh.
Selain kesiapan fasilitas, pemantauan terhadap kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) terus dilakukan. Perkembangan jumlah kasus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk mengetahui dampak kondisi udara terhadap kesehatan warga sekaligus menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Riduan mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan apabila mulai merasakan gejala gangguan pernapasan, seperti batuk dan pilek. Pemeriksaan sejak dini diperlukan untuk mencegah keluhan berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih berat.
Di tengah potensi paparan asap, masyarakat juga diimbau mengambil langkah perlindungan secara mandiri. Warga disarankan mengurangi kegiatan di luar rumah ketika kualitas udara memburuk, menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar, mencukupi kebutuhan cairan dengan memperbanyak minum air putih, serta menjaga asupan makanan bergizi dan vitamin.
Dengan kesiapan fasilitas kesehatan dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan, Pemkot Palangka Raya berharap dampak kabut asap terhadap kesehatan warga dapat ditekan, terutama selama periode karhutla masih berlangsung. (Hk/*)
